Laman

Alar Survey Total Stations



Land Surveying atau lebih dikenal dengan ilmu ukur tanah merupakan bagian ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari posisi titik, area atau wilayah  pada, di atas dan di bawah permukaan bumi dengan cakupan wilayah maksimal 37 Km x 37 Km dengan kondisi rupa bumi  dianggap datar. Salah satu jenis pekerjaan pengukuran Land Surveying adalah Survey terestrial. Survey terestrial merupakan pekerjaan pengukuran yang dilakukan di atas permukaan bumi dengan tujuan untuk mengambil data-data ukuran jarak, arah, sudut dan ketinggian yang nantinya akan dijadikan  dasar pembuatan Peta Terestris.


Balai Pemantapan Kawasan Hutan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tidak terlepas dari pekerjaan  pemetaan. Salah satu aplikasi survey terestrial adalah pengukuran tata batas kawasan hutan. Dalam suatu pekerjaan pengukuran tentunya tidak terlepas dari kebutuhan peralatan pengukuran itu sendiri disamping persiapan-persiapan teknis dan non teknis lainnya. Alat ukur utama dalam pekerjaan pengukuran tata batas hutan adalah Theodolit jenis T0. Selama berpuluh-puluh tahun Departemen Kehutanan menjadikan Theodolit T0 sebagai alat utama dalam sebuah pengukuran tata batas hutan.


Berdasarkan aspek ketelitian Theodolit T0 termasuk dalam kategori alat tidak teliti. Alat ukur Theodolit telah mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat seiring dengan tuntutan kebutuhan dari masing-masing pengguna. Perkembangan teknologi alat theodolit setelah theodolit tipe T0 yaitu muncul theodolit tipe T1 (agak teliti), tipe T2 (teliti), tipe T3 (teliti sekali) dan tipe T4 (sangat teliti). Theodolit tipe T0 mempunyai ketelitian bacaan sudut  ± 1' (satu menit) dan ketelitian bacaan jarak ± 1 cm, sedangkan Theodolit tipe T4 mempunyai ketelitian bacaan sudut ± 0,1" (Nol koma satu detik) dengan ketelitian bacaan jarak 0,1 mm (nol koma satu milimeter).


Perkembangan terakhir dari Theodolit yaitu munculnya generasi Total Station dan Smart Station. Total Station merupakan teknologi alat yang menggabungkan secara elektornik antara teknologi Theodolit dengan teknologi EDM (electronic distance measurement). EDM merupakan alat ukur jarak elektronik yang menggunakan gelombang elektromagnetik sinar infra merah sebagai gelombang pembawa sinyal pengukuran dan dibantu dengan sebuah reflektor berupa prisma sebagai target (alat pemantul sinar infra merah agar kembali ke EDM). Sedangkan Smart Station merupakan penggabungan Total Station dengan GPS Geodetic.


Untuk  mengenal alat Total Station secara mendalam dapat dilakukan dengan cara membandingkannya dengan  alat ukur Theodolit T0. Theodolit T0 yang banyak  digunakan di Departemen Kehutanan adalah Theodolit T0 kompas. Meskipun banyak  pabrikan dan variasi  alat, namun  dapat dibandingkan secara umum  antara Total Station dengan Theodolit T0 kompas, sebagai berikut :



  1. Ketelitian bacaan ukuran sudut T0  yaitu : 1' sedangkan Total Station jauh lebih teliti yaitu : 1"≥ .


  2. Ketelitian bacaan ukuran jarak T0 yaitu berkisar ± 1 Cm sedangkan Total Station jauh lebih teliti yaitu berkisar antara 0,1 Cm – 0,01Cm.


  3. Kemampuan jarak yang diukur oleh Total Station dengan prisma tunggal rata-rata 3.000 meter, sedangkan jarak optimal T0 yaitu 200 meter dan sangat subyektif dengan pembacaan masing-masing surveyor dalam membaca rambu ukur.


  4. Sumber kesalahan yang bisa dieliminasi atau dihindari dalam pengukuran dengan Total Station diantaranya yaitu kesalahan kasar (blunder). Kesalahan blunder yaitu kesalahan yang diakibatkan karena kelalaian manusia, contoh diantaranya yaitu : salah baca, salah tulis dan salah dengar. Kemampuan membaca, menginterpolasi bacaan rambu ukur, menginterpolasi bacaan arah azimuth kompas pada alat T0 setiap orang berbeda beda. Kondisi lelah pun bisa mengakibatkan salah membaca dan salah mendengar. Sedangkan pada Total Station bacaan arah, sudut dan bacaan jarak sudah ditampilkan otomatis pada tampilan layar, bahkan dapat tersimpan secara otomatis dalam memori alat ukur.


  5. Pengolahan data ukuran Total Station dilengkapi dengan software yang telah disediakan oleh pabrikan, sehingga pengolahan data lebih cepat. Data ukuran jarak, sudut, azimuth dan koordinat tersimpan di memory alat. Pada beberapa  jenis Total Station, sketsa titik-titik yang diukur dapat ditampilkan posisinya pada layar monitor alat. Data ukuran dari T0 harus dicatat dan digambar pada buku ukur, sehingga menambah waktu pekerjaan dibandingkan dengan Total Station. Akan tetapi untuk tujuan backup data, dapat pula dilakukan pencatatan  pada buku ukur untuk data ukuran Total Station.


  6. Format data hasil ukuran Total Station sudah bisa diaplikasikan langsung dengan program GIS dan digabungkan dengan data GPS, sedangkan data hasil ukuran T0 merupakan data mentah dan harus dilakukan pengolahan data terlebih dahulu.


  7. Kesalahan Kolimasi (garis bidik tidak sejajar dengan sumbu II), kesalahan index vertikal sudah diset Nol sehingga tidak perlu pengaturan lagi. Pada alat T0 harus dilakukan pengecekan kolimasi dan index vertikal sebelum alat digunakan, sehingga apabila terjadi kesalahan secepatnya dilakukan koreksi sebelum alat tersebut dipakai dalam pengukuran di lapangan.


  8. Pada proses pengukuran stake out atau pencarian titik atau rekonstruksi, Total Station lebih memudahkan pelaksana dalam mencari titik-titik tersebut. Dengan memasukan koordinat acuan titik dan data jarak dan sudut yang diketahui, maka pencarian titik tersebut lebih mudah, karena alat Total Station menghitung secara otomatis posisi prisma berdiri. Pada T0 harus dilakukan perhitungan dengan kalkulator untuk mendapatkan posisi yang paling tepat.


  9. Pada kondisi cahaya redup ataupun gelap, pengukuran masih bisa dilaksanakan karena Total Station menggunakan teknologi infra merah, sedangkan dengan Theodolit sangat sulit dilakukan  khususnya dalam membaca rambu, serta  membaca sudut horisontal dan sudut vertikal.


  10. Atraksi lokal yang disebabkan oleh benda-benda logam di sekitarnya berpengaruh terhadap kondisi bacaan yang ditunjukan oleh kompas, Total Station tidak dipengaruhi oleh atraksi lokal tersebut.



Hal-hal tersebut di atas merupakan keutamaan alat ukur Total Station secara umum, karena ada tipe robotik untuk Total Station yang mempunyai kemampuan mencari target sendiri secara otomatis. Dari keutamaan-keutamaan tersebut di atas, tentunya sudah memberikan gambaran bahwa Total Station memiliki keunggulan dari Theodolit T0. Beberapa hal yang harus diperhatikan bersama mengenai alat Total Station, diantaranya :



  1. Total Station merupakan teknologi baru di lingkup Departemen Kehutanan, walaupun sebenarnya di dunia pengukuran Total Station sudah muncul dan berkembang cukup lama, sehingga persiapan tenaga ukur yang handal perlu dipersiapkan.


  2. Total Station dioperasikan dengan menggunakan tenaga dari baterai, kelemahannya adalah harus membawa banyak baterai. Perlu diperhitungkan dan dipersiapkan jumlah dan atau jenis baterai yang akan digunakan. Pabrikan Total Station rata-rata sudah menggunakan baterai lithium, akan tetapi surveyor sebagai pengguna harus menguji lamanya  baterai yang dapat digunakan dalam suatu rangkaian pengukuran. Kondisi hutan jauh dari pemukiman mengakibatkan proses isi ulang baterai sulit dilakukan. Dari pengujian lamanya kemampuan baterai lithium tersebut maka dapat ditentukan berapa baterai cadangan yang harus dibawa dalam suatu kegiatan pengukuran.


  3. Beberapa Total Station dilengkapi pula dengan kotak khusus untuk pengganti  baterai lithium yaitu digunakan apabila surveyor akan menggunakan baterai jenis alkaline ukuran AAA+. Baterai alkaline bisa dijadikan alternatif untuk persediaan baterai cadangan, tentunya sebelum memutuskan memilih jenis baterai cadangan perlu menguji lamanya baterai tersebut bisa dipakai. Sehingga baterai jenis alkaline pun bisa ditentukan jumlahnya untuk keperluan cadangan di lapangan.


  4. Total Station memiliki rangkaian elektronik di dalam alatnya, sehingga dalam membawanya perlu perhatian lebih dibanding T0 yang memiliki konstruksi alat di dalam cukup sederhana dan tidak ada rangkaian elektronik.


  5. Pengukuran menggunakan alat Total Station memerlukan 2 (dua) titik pasti berkoordinat tetap yang memiliki ketelitian tinggi di awal pengukuran  sebagai orientasi awal. Titik tersebut bisa berupa pal batas berkoordinat atau Jatikon atau titik pasti berkoordinat lainnya.


  6. Penggunaan statif /kaki tiga untuk  menempatkan prisma membutuhkan kemampuan teknis dalam mendirikannya untuk memperoleh posisi yang benar, oleh karena itu diperlukan 3 tenaga teknis dalam pengukuran.


  7. Alternatif penggunaan prisma pole (tempat mendirikan prisma berbentuk jalon/anjir yang dilengkapi dengan nivo) sebagai pengganti penggunaan statif /kaki tiga untuk prisma dapat membantu meningkatkan kecepatan pengukuran.


  8. Alat ukur Total Station memiliki metoda pengukuran poligon sudut, sehingga harus mendirikan alat di setiap titik pal batas, berbeda halnya dengan T0 kompas. T0 kompas dapat melakukan pengukuran dengan melompat 1 titik ke titik berikutnya, sehingga pengukuran lebih cepat dibandingkan dengan Total Station.


  9. Pemakaian Total Station di lingkup Departemen Kehutanan belum memiliki payung hukum  yang jelas diantaranya mengenai standar jarak yang dapat ditempuh dengan

    Total Station.  Sebagai contoh : standar jarak untuk pekerjaan pemancangan batas sementara yang dikerjakan dengan menggunakan T0 yaitu 1 km dalam 1 hari. Untuk kelancaran pekerjaan, maka perlunya penetapan aturan yang jelas berkenaan dengan pemakaian alat ukur Total Station.



Rekomendasi Pemakaian :



  1. Total Station sebaiknya digunakan untuk pengukuran tata batas baru, baik itu tata batas hutan maupun tata batas dengan pihak ketiga seperti halnya pinjam pakai dan tukar menukar kawasan hutan.


  2. Total Station sebaiknya digunakan untuk pengukuran berulang (contoh : rekonstruksi batas kawasan hutan), dimana data sebelumnya diperoleh dari pengukuran menggunakan Total Station juga.



Adapun pertimbangan-pertimbangannya adalah :



  1. Total Station mempunyai sistem pengukuran yang berbeda dengan T0 Kompas, dimana Total Station dasar pengukurannya adalah poligon sudut dan T0 Kompas adalah poligon kompas. Secara teori bahwa poligon sudut lebih teliti dari pada poligon kompas yang banyak dipengaruhi oleh kondisi kompas.


  2. Secara keseluruhan sistem alat, Total Station mempunyai ketelitian lebih tinggi dibandingkan dengan T0 Kompas.


  3. Permasalahan yang akan terjadi adalah pada kondisi berikut ini :


  4. Data hasil ukuran yang diperoleh dari alat berketelitian rendah (T0 Kompas) diukur ulang dengan alat ukur berketelitian tinggi (Total Station), maka akan terjadi data baru yang berbeda dengan data ukuran lama. Hal ini akan berpengaruh pada perubahan data  posisi,  jarak dan luasan suatu kawasan hutan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berita Acara Tata Batas, buku ukur serta peta hasil akan berubah dan bagaimana menyikapi perubahan tersebut yang berkaitan erat dengan status hukum yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila buku ukur,  peta hasil dan Berita Acara Tata Batas  tetap sama isinya,  maka pekerjaan pengukuran dengan menggunakan alat yang lebih teliti (Total Station) merupakan pekerjaan yang tidak berguna.


  5. Apabila digunakan untuk seluruh kawasan yang telah ditata batas sebelumnya dengan T0 Kompas, maka sangat banyak perubahan dalam Berita Acara Tata Batas, buku ukur dan  peta hasil serta status hukumnya. Perubahan-perubahan tersebut akan memerlukan waktu lama dan biaya besar.


  6. Data hasil ukuran Total Station (teliti) diukur ulang dengan menggunakan T0 kompas (tidak teliti) maka akan berbeda data yang diperoleh. Secara urutan ketelitian tentunya pekerjaan seperti ini tidak boleh terjadi.









______________________________________________________________________________
Judul    >>    Alar Survey Total Stations
Artikel diatas dikirim oleh :
Nama     : Aditya , Jakarta
Kontak   : info.belanjayu@gmail.com , 087880989888
Website  : http://tempatnyajualbeli.com/total-station
_______________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...