Laman

10 Musisi Indonesia Yang Go International (Bag.2)



Musisi Indonesia Yang Go International. Sebenarnya musisi Indonesia tak kalah dengan musisi asing. Bahkan bisa dibilang mereka juga memiliki musikalitas yang sama. Sayangnya hanya kesempatan dan apresiasi yang membuat para musisi Indonesia sedikit ketinggalan.



Tetapi dengan kemajuan teknologi menunjang para musisi tersebut untuk bergerak di luar batas. Mereka dengan gigih mempromosikan diri agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir atau menggelar konser di luar negeri.



Berikut band yang membuktikan diri dalam menembus kancah musik internasional. Sebagai catatan mereka konser di luar negeri tidak dilihat oleh warga negara Indonesia yang berdomisili di sana, melainkan orang asing yang belum tahu atau tahu sedikit tentang mereka.



6. Mocca



Mengusung musik yang unik yang terpengaruhi swing, bossanova, Swedish pop dan jazz membuta Mocca berbeda dengan musisi lainnya. Namun karena perbedaan dan keunikan inilah yang membuat mereka bisa pergi keluar negeri dan tampil di acara berskala internasional.



Selama karirnya Mocca telah menghasilkan 2 EP dan 3 album penuh. Band yang albumnya masuk 150 Greatest Indonesian Albums of All Time ini juga didaulat untuk menjadi pembuka sekaligus berkolaborasi dengan band international asal Swedia, Club 8.



Pada tahun 2004 dan 2007 Mocca juga didaulat untuk menjadi salah satu headliners di sebuah festival di Jepang. Tak hanya itu Malaysia, Singapore dan South Korea juga pernah mereka singgahi dan mendapat sambutan yang bagus dari penggemarnya.



7. Rocket Rockers



Tahun 2011 menjadi momentum Rocket Rockers dalam perilisan albumnya. Setelah sukses menggelar promo tour di beberapa kota di Indonesia, mereka pun mencoba untuk merambah ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura.



Ini merupakan kedua kalinya Rocket Rockers datang di Malaysia sementara di Singapura adalah pertama kali bagi mereka. Tetapi sambutan yang merekah harapkan sangat menggembirakan. Pasalnay publik di sana sangat mengenal lagu yang mereka bawakan. Rocket Rockers juga berencana untuk menggelar tur di Thailand dan Filipina dalam waktu dekat ini.



8. Burgerkill



Eksistensi Burgerkill membuahkan hasil yang cukup signifikan. Meniti kariri dari bawah hingga sekarang menuai sebuah era keemasan. Pada tahun 2004 Burgerkill mendapat penghargaan terbesar dari AMI Awards dalam kategori Best Metal Production.



Kiprah Burgerkill tak berhenti di situ. Mereka terus berevolusi dan sempat menggelar tur di kota-kota besar pulau Jawa dan BAli bersama Psycroptic (death metal Australia) dan Nemesis bertajuk Allegience to Metal tour 2009. Band yang juga pernah sepanggung dengan The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying dan Himsa ini juga pernah menggelar konser di Malaysia dan Australia.



Burgerkill juga telah sign kontrak dengan label Australia, Xenophobic Records untuk perilisan album kelima, Venemous. Gebrakan apalagi yang akan dilakukan oleh Burgerkill selanjutnya?



9. The Trees And The Wild



Sebagai pendatang baru The Trees And The Wld terus merengsek ke depan. Kengototannya dalam berkarir membuahkan hasil dengan pencapaian untuk bisa tampil di luar negeri. Mereka mengaku kaget musiknya bisa diterima di Eropa.



Band indie pop asal Bekasi ini berangkat ke Eropa kemarin Selasa 18 September 2012. Mereka dijadwalkan akan menggelar konser di 7 kota di beberapa negara. Berikut jadwalnya.



20 September – “Call of the Tiger” di Reeperbahn Festival: Hamburg, Jerman.

22 September – Myymälä2, Europe-Asia Roundtable Summit: Helsinki, Finland

23 September – Monsters of Pop Festival: Telakka, Tampere, Finland

25 September – Kink Konk: Tartu, Estonia

26 September – The Red Emperor: Tallinn, Estonia

27 September – The Love Shack: Tallinn Estonia

28 September – Helsinki International Film Festival: Dubrovnik, Helsinki, Finland



10. White Shoes And The Couple Company



Bermusik adalah seuatu dari hati dan bukan kehendak dari pasar. Meski out of box, orang tetap akan mengapresiasinya dan mendapat hati di penggemarnya. terkadang musik genre seperti ini atetap langgeng berbeda dengan mereka yang dibentuk oleh pasar.



Seperti halnya White Shoes And The Coupe Company yang memilih genre percampuran dari pop, funk dan jazz dan dianggap jadul bagi anggapan beberapa orang. Walau seluruh lagunya berbahasa Indonesia, namun apresiasi datang dari negara lain. Bahkan Minty Fresh, label rekaman asal Chicago, Amerika pun merilis albumnnya.



WSATCC juga sempat menggelar tur di luar negeri. Dua kali mereka tampil di Amerika, pertama di CMJ Music Marathon dan SXSW Music Festival. WSATCC baru saja menggelar tur Eropanya dan tampil di 2 negara yaitu Perancis dan Belanda.



Sebelumnya :




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...